“Kau yang menjaga kesedihan agar tetap bernama kesedihan.”
Ke belakang dan membiarkan telinga menyimak adalah cara paling massau untuk menikmati lagu-lagunya. Terima kasih. with Reda – View on Path.
“Kau yang menjaga kesedihan agar tetap bernama kesedihan.”
Ke belakang dan membiarkan telinga menyimak adalah cara paling massau untuk menikmati lagu-lagunya. Terima kasih. with Reda – View on Path.
MIWF media campaign starts today at VE Channel TV Makassar
Weny Mukaddas, MIWF media officer explains the festival programs, also featured Ibe Palogai, one of the emerging writers from East Indonesia. #MIWF2016
(Repath Lily Y. Farid) with Ano, Weny, Lily Yulianti, and penelbas – View on Path.
Terima kasih dan sampai jumpa di MIWF 2016. – View on Path.
Kelak kau akan paham, mengapa adam dan hawa diciptakan di waktu yang berbeda untuk melakukan kesalahan yang sama. – Preview it on Path.
Selamat senja dari sebuah rencana. 😁😁👫. with Tri Kartini – View on Path.
Blowin’ In The Wind
How many roads must a man walk down
Before you call him a man ?
How many seas must a white dove sail
Before she sleeps in the sand ?
Yes, how many times must the cannon balls fly
Before they’re forever banned ?
The answer my friend is blowin’ in the wind
The answer is blowin’ in the wind.
Yes, how many years can a mountain exist
Before it’s washed to the sea ?
Yes, how many years can some people exist
Before they’re allowed to be free ?
Yes, how many times can a man turn his head
Pretending he just doesn’t see ?
The answer my friend is blowin’ in the wind
The answer is blowin’ in the wind.
Yes, how many times must a man look up
Before he can see the sky ?
Yes, how many ears must one man have
Before he can hear people cry ?
Yes, how many deaths will it take till he knows
That too many people have died ?
The answer my friend is blowin’ in the wind
The answer is blowin’ in the wind – Preview it on Path.
“Kebenaran adalah ruang tunggu yang sunyi. Manusia pergi karena enggan menggadai waktu pada segala yang tanpa kepastian.” – Read on Path.
Ingatlah jalan menuju kampung halamanmu, sebab ia senantiasa menuntunmu menemukan rumah paling sentosa yang tidak pernah mengusirmu sebagai pengelana kesepian. with Tri Kartini and M Ibnu – View on Path.
Menjalang bulan puasa, mari menyempatkan beribadah puisi.
Malam Puisi Makassar hadir kembali. Kali ini kita akan membincangkan kumpulan puisi Aan Mansyur, Melihat Api Bekerja.
Datang, dengar, dan bacakan puisita’ with Faisal, Weny, Batara, Ainun, Tislam, Al-Fian, Nurul, Dhy, Barzak, Ahmad, Siah, Tiqa, Arkil , Malam, Revius, and Ayie – View on Path.
Ketika semuanya biru?
Yang kuning itu siapa?
Ketika semuanya biru?
Yang merah itu Indonesia! – View on Path.